Yayasan Nirmala Nusantara Lestari Inisiasi Kolaborasi Untuk Selesaikan Maslah Sampah Di Kabupaten Garut

Uncategorized

GARUT. KORAN GUNTUR POS – Bertempat di taman kota Kerkof, Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Ketua Yayasan Nirmala Nusantara Lestari inisiator Forum Garut Merdeka Sampah Juara 1 Pelopor Kabupaten Garut telah mengundang dari berbagai komunitas membahas persolan sampah di Kabupaten Garut kedepan.

Ketua Yayasan Nirmala Nusantara Lestari, Muhammad Rizki Ramadhan, S,Hum menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran dari berbagai komunitas.”ucapnya Sabtu (25/07/2026).

Terkait hal itu, lanjut ia mengatakan bahwa bertujuan untuk silaturahmi dari mulai TPS3R dan penggerak – penggerak lainnya yang berkaitan dengan bank sampah.

Tentang pengolahan sampah, kita berkolaborasi bersama DLH, dinas lain,juga bersama KNPI ini adalah untuk mengaktivasi ruang-ruang terbuka hijau.Khususnya di Taman Hutan Kerkof.

Ia berharap, semoga kedepannya banyak agenda-agenda yang bisa kita lebih organizing sehingga istilah nama dalam bahasa Sunda itu bisa bareng-bareng menata ruang-ruang publik di Garut. Kebutuhan di hutan kota yang masih belum lengkap perasarananya.

Saya selalu percaya bahwa manusia sendirilah yang harus menghidupkan ruang-ruang tersebut. Sehingga ruang-ruang tersebut itu bakal menghidupkan manusianya juga. Jadi harapannya sih lebih kepada kesadaran manusianya pengen ngajak orang-orang Garutu
buat lebih peduli terhadap ruang-ruang terbuka hijaunya.” Katanya

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Garut, Jujun Juansyah mengaku sangat apresiasi kepada seluruh komunitas membantu terkait dengan penataan lingkungan khususnya taman kota ini.

Saya kira ini kolaborasi yang sangat baik dan terus harus dilanjutkan, diteruskan. Jadi dengan cara seperti ini saya tidak sendiri ternyata ya bahwa dengan kolaborasi seperti ini dari teman-teman pemuda, kemudian komunitas, saya kira ini bisa menjadikan solusi.Sehingga saya kira ini harus terus dilanjutkan dan berkelanjutan.

Jadi kan banyak masukan dari komunitas. Ya saya kira hal seperti ini yang saya butuhkan yaitu semua masukan, koreksi yang ke depannya bagaimana pengolahan sampah ini supaya lebih baik, hal seperti ini yang memang saya tunggu.

Soal sampah di kabupaten Garut, lanjut Jujun menjelaskan, dengan maraknya berbicara masalah sampah, seperti di depan dinas pendidikan juga itu salah satu PR yang betul sedang saya akui bahwa itu belum selesai ya gitu.
Jadi tetapi kan bukan hanya yang di sana yang saya selesaikan.

Selain itu, ada di daerah lain yang saya coba fasilitasi dengan TPS 3R, kemudian supporting dari Bank Sampah itu juga sudah banyak peningkatan perubahan terkait dengan pengolahan sampahnya.

Terkait dengan yang jalan pembangunan tutupan yang di distrik memang ini sudah pernah saya kumpulkan semua RW yang ada di Sukagalih. Ternyata memang ya seperti yang saya sampaikan ini perlu kolaborasi dan kekompakan dari semua pihak termasuk RW gitu ya.

Nah ternyata bahwa dari permasalahan yang ada, ujung-ujungnya adalah kesadaran dan fasilitasi masyarakat. Fasilitasi yang sudah saya berikan di daerah tersebut ya khususnya di daerah Citeureup. Atas strategi dengan jemput bola, jadi dari roda itu kita jemput mobilnya ke roda yang ada, jadi tidak ditumpuk di distrik, tetapi hanya berjalan cuma dua bulan.

Soal pembuangan sampah, masih kata ia, ya memang disitu kan dibuangnya dari jam 4 ya kebanyakan gitu padahal saya kalau ada perda khusus jam 9 malam sampai jam 5 subuh tetapi mungkin saya juga sudah menghimbau dan sebagainya ya tadi lagi-lagi bahwa kebersamaan ini kesepakan komitmen dari semua pihak yang saya butuhkan gitu seperti itu.
Iya.” tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *