GARUT . KORAN GUNTUR POS – satu keluarga terpaksa harus tinggal dengan menumpang di rumah RT karena rumah miliknya ambruk disamping materialnya nampak sudah lapuk yang kemudian terkena musibah dampak gempa kemarin ibarat pribahasa sudah jatuh tertimpa tangga.
Jumlah sekeluarga ada sepuluh jiwa yang tinggal di satu atap diantaranya Totong Mahpudin suami Ina Aminah dengan memilik delapan anak. Untuk menjaga keselamatan dan menghindari dari hal yang tidak di inginkan jadi untuk sementara sekeluarga tersebut menumpang tinggal di rumah pak RT.
Terkait adanya warga yang mengalami musibah yaitu rumah tinggalnya ambruk akibat gempa sontak seorang anggota komisi IV DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan langsung menengok dan memberikan bantuan sembako dan sejumlah uang tunai, pada Jumat (03/07/2026).
Dalam kunjungannya, Yudha menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan santunan uang tunai sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga yang terdampak.
Menurutnya, bahwa menengok dan bantuan yang diberikan hanya untuk sekedar meringankan beban akibat terkena musibah dari dampak gempa tersebut.
‘Kasihan rumahnya seorang guru Taman kanak – kanak (TK) ambruk karena disamping semua bahan + bahan bangunannya sudah lapuk ditambah terkena dampak gempa, dan saat ini mereka harus tinggal di rumah pak RT’
Kata ia, hasil peninjauan sementara menunjukkan ambruknya rumah diduga dipicu kerusakan struktur bangunan yang telah lama melemah akibat dampak gempa bumi sebelumnya, ditambah konstruksi bangunan yang tidak memenuhi standar kelayakan.
“Rumah ini dihuni oleh sepuluh orang. Pak Totong Mahpudin dan Ibu Ina Aminah memiliki delapan orang anak. Demi keselamatan, untuk sementara mereka mengungsi di rumah Ketua RT karena kondisi bangunan penuh retakan dan sangat berbahaya jika tetap ditempati,”
Yudha Puja Turnawan berharap penanganan musibah tidak berhenti pada bantuan darurat semata. Menurutnya, Pemerintah Desa Langensari perlu segera menyusun proposal agar Pemerintah Kabupaten Garut dapat mengoptimalkan berbagai sumber untuk pendanaannya.
Untuk bantuan musibah itu bisa mulai dari CSR perusahaan, Baznas, hingga Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), berharap agar rumah keluarga mereka tersebut dapat segera dibangun kembali.
Selain itu, sambung Yudha, meminta rekomendasi teknis dari BPBD menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar proses rehabilitasi rumah korban dapat dipercepat.” harapnya
