TALEGONG — Pelaksanaan upacara bendera hari Senin di SMP Negeri 1 Talegong berlangsung dengan penuh penekanan pada nilai kedisiplinan dan pemantapan motivasi belajar siswa. Bertindak sebagai pembina upacara, Ibu Tita menyampaikan evaluasi menyeluruh terhadap jalannya upacara sekaligus membakar semangat para peserta didik dalam menghadapi proses pembelajaran di sekolah.
Dalam amanatnya, Ibu Tita mengawali dengan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada petugas upacara dari kelas 8C yang telah bertanggung jawab menjalankan tugas, meskipun dengan persiapan yang terbatas. Kendati demikian, ia mengingatkan pentingnya matangnya persiapan bagi petugas di minggu-minggu berikutnya.
”Untuk petugas minggu depan dari kelas 7A, tolong dipersiapkan lebih maksimal. Ibu mohon latihan dan persiapan dilakukan sejak hari Jumat, agar saat hari Senin tiba kita tidak lagi sibuk mencari-cari petugas, melainkan sudah siap 100 persen,” tegas Ibu Tita di hadapan ratusan siswa.
Tak hanya evaluasi bagi petugas, sorotan tajam juga ditujukan kepada kedisiplinan para peserta upacara. Ibu Tita mengimbau agar para siswa memiliki kesadaran mandiri terkait kerapian barisan tanpa harus selalu diatur atau dituntun oleh guru setiap minggu. Ia meminta peran aktif Ketua Murid (KM) untuk merapikan barisan kelasnya masing-masing sebelum upacara dimulai tepat pukul 07.00 WIB.
Selama prosesi upacara berlangsung, siswa juga diingatkan untuk menjaga kekhidmatan. Tidak boleh ada siswa yang mengobrol, menoleh ke kanan dan ke kiri, atau terdistraksi ketika ada rekannya yang jatuh sakit dan harus keluar dari barisan.
Proses Belajar Membentuk Mental Baja
Selain menekankan ketertiban, Ibu Tita memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan motivasi mendalam mengenai hakikat belajar di sekolah. Ia mengajak seluruh siswa merenungkan kembali niat awal mereka melangkah ke SMPN 1 Talegong.
Menurutnya, belajar adalah sebuah proses transformasi diri—dari yang tidak tahu menjadi tahu, dan dari yang tidak bisa menjadi bisa. Proses ini diakuinya tidak selalu mudah dan sering kali diwarnai rasa lelah, bosan, maupun kesulitan materi.
”Jangan pernah berkecil hati ketika menemukan kesulitan atau merasa bosan. Rasa lelah dan kesulitan itu adalah bagian dari proses yang justru akan membentuk mental kalian menjadi lebih kuat dan pantang menyerah. Jadikan motivasi belajar sebagai investasi besar untuk meraih cita-cita kalian di masa depan,” tuturnya menguatkan.
Di akhir amanatnya, pembina upacara berpesan agar seluruh siswa senantiasa mematuhi tata tertib sekolah, menjaga sikap hormat kepada para guru, serta saling bekerja sama demi menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di SMPN 1 Talegong.
