Kadistan Garut Mengaku Apresiasi Adanya Kegiatan Seminar Publik Yang Digelar Sejumlah Kelompok Tani

Pemerintahan

GARUT.KORAN GUNTUR POS – Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional (Hartanas) tahun 2026 para kelompok tani kabupaten Garut mengadakan acara “Seminar Publik” dengan mengusung tema “Kaum Tani Bekerja, Bergerak, Bersatu: Memperkuat Perjuangan Hak atas Tanah dan Kedaulatan Petani Indonesia”.

Acara berlangsung di aula Pondok Pesantren Ekologi Ath – Thaariq yang bertempat di, Keluaran Sindanggakih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (24/09/2026).

Dalam kesempatan acara tersebut dihadiri,selain oleh ratusan orang peserta dari berbagai kelompok tani se Garut, turut hadir Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Garut, Ardhy Firdian, S.Hut., M.Si.,dan perwakilan dari unsur dinas intansi dilingkungan Pemkab Garut.

Kaitan dengan kegiatan seminar yang tengah dilaksanakan, menurut Pimpinan Pondok Pesantren Ath Thaariq,Nisya Wargadipura menyampaikan bahwa,Seminar publik hari tani nasional ini adalah respon yang sudah disiapkan ketika DPR RI mengetuk palu untuk RUU pengaturan reforma agraria.

Jadi ketuk palu RUU, ketuk palu undang-undang pengaturan reforma agraria itu sudah dilakukan jauh -jauh hari, ini adalah pekerjaan yang berpuluh-puluh tahun,dan kami melakukan advokasi terhadap petani itu dimulai sejak 1993.”ungkapnya

Ia berharap, mudah-mudahan ini adalah niat yang baik dari pemerintah.
Niat yang baik, kebijakan yang baik, memberikan perlindungan terhadap petani yang selama ini tidak mempunyai legalisasi terhadap lahan garapannya.

Kita sangat banyak sekali bisa dilihat dari teman-teman ya, ada sekitar 500 orang yang sebenarnya mewakili anggota-anggota taninya. Jadi ini adalah perwakilan dari kelompok tani, kelompok-kelompok tani yang selama ini memang sedang memperjuangkan lahan garapan sebagai sumber kehidupan mereka.

Dengan diselenggarakannya seminar publik ini adalah gaung bahwa kami juga berjuang sejak dahulu kala sampai saat ini harus diperhatikan oleh pemerintah sebagai bagian dari pejuang agraria.

Selanjutnya setelah seminar ini berharap ada solusi sedikitnya,dan kami akan kawal bersama dengan teman-teman yang bukan hanya di gerakan petani saja,
tetapi ada gerakan mahasiswa, ada gerakan perempuan,karena bagaimanapun juga perlindungan terhadap petani dari segala akses begitu, itu yang paling utama.”harapnya

Lebih lanjut Ia menegaskan, nah pemulihan ekologi ini kan sebenarnya adalah bagian dari bagaimana kita juga menghadapi adaptasi iklim. Ini kan ekologi kita sudah rusak.Ya ada pupuk kimianya sangat tinggi, semua-muanya kemudian rusak. Maka pesantren ekologi Ath Thaorik membuat satu buah desain yang harus direspon oleh pemerintah.

Ini jalan keluar, agroekologi itu adalah masalah besar, jalan keluar besar.
Nah Ath taariq sudah mengembangkan itu, dia berdaulat padi.Tapi karena orang butuh wadah ke panen, itu ada leuitnya.
Kami mandiri hanya 450 meter persegi untuk sawah, sawah ini yang kemudian menghasilkan 3 ton padi organik.
Pendekatannya adalah dengan tidak per tahun, 4 bulan.”ujarnya

Ditempat yang sama sementara itu,Kepala Dinas pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, turuk menanggapi terkait seminar publik, menurutnya kami mengapresiasi sekali apa yang disampaikan oleh para petani hari ini. yang diinisiasi oleh pesantren ekologi Ath Taariq ini.

Jadi ada beberapa hal atau banyak sekali masukan yang itu bisa kita jadikan sebagai salah satu landasan mungkin untuk menyusun kebijakan ke depannya.
Menanggapi masukan-masukan yang
Ada beberapa masukan yang tadi sangat banyak sekali Alhamdulillah dan beberapa memang saat ini sedang kita garap tapi ada beberapa yang memang itu menjadi suatu hal yang baru yang saya kira memang itu sangat bagus sekali untuk kita tindakan ini ke depannya.

Terutama mungkin terkaitan dengan masalah regulasi kemudian juga terkait dengan masalah akses yang itu memang perlu dibuka seluas-luasnya untuk para petani kita. Pemerintah daerah itu sangat konsen sekali ya terkait sektor pertanian ini,karena memang sebagaimana kita ketahui bahwa di kuartal kedua ini laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Garut itu cukup tinggi.

Sehingga ini perlu kita jaga momentum ini sehingga bisa ke depannya itu terus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Garut secara umum.

Menanggapi petani milenial atau Genz itu seperti apa, menurutnya Kita itu memang banyak sekali kelompok petani yang usianya masih sangat muda.
Dan ini merupakan potensi, potensi yang harus kita terus bina supaya memang ini bisa menjadi penerus para petani yang disebutnya sudah melewati batas usia produktif.

Nah kita memang punya beberapa program, salah satunya adalah program wira Hebat, program Santri Hebat, itu juga merupakan salah satu program unggulan dari pemerintah daerah untuk bisa memvasilitasi para petani muda ini.”pungkasnya.