Pihak Sekolah Memohon Maaf dan Minta Siswa Bersabar. Targetkan Ruang Kelas Baru Ditempati Dalam Dua Pekan Seiring Tibanya 162 Set Meja-Kursi Besi Baru.
TALEGONG— Memasuki pekan ketiga tahun ajaran baru, kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 2 Talegong belum dapat berjalan secara optimal. Para siswa terpaksa menjalani proses pembelajaran secara lesehan di atas lantai ruangan karena gedung sekolah masih berada dalam tahap penyelesaian akhir (finishing) program revitalisasi dan rehabilitasi sarana pendidikan.
Kondisi tersebut disampaikan secara transparan oleh Pembina Upacara saat memberikan amanat dalam upacara bendera hari Senin di lapangan sekolah. Memimpin upacara mewakili Kepala Sekolah yang berhalangan hadir karena tugas kedinasan lain, Pembina Upacara menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh siswa dan jajaran pendidik.
”Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh siswa. Meskipun sudah memasuki pekan ketiga tahun ajaran baru, pembelajaran belum bisa maksimal karena kelas masih dalam tahap penyelesaian revitalisasi,” ujar Pembina Upacara di hadapan peserta upacara.
Izin Kementerian & Proses BAST
Dalam amanatnya, dijelaskan bahwa kendala utama belum diizinkannya ruang kelas dipergunakan adalah prosedur administrasi resmi. Sekolah saat ini tengah menunggu izin penggunaan dari kementerian terkait serta penuntasan proses Berita Acara Serah Terima (BAST) proyek rehabilitasi fisik gedung.
Pihak manajemen sekolah memproyeksikan proses administrasi BAST di tingkat kementerian akan rampung dalam waktu dekat. Diperkirakan dalam kurun dua pekan ke depan, seluruh siswa sudah dapat menempati ruang kelas baru secara penuh.
Meski saat ini siswa harus belajar dengan membentang tikar atau duduk langsung di lantai (ngampar), Pembina Upacara mengapresiasi tinggi daya tahan dan semangat belajar anak-anak didik yang tidak surut sedikit pun.
Pengadaan 162 Set Mebel Besi Baru
Guna mendukung kenyamanan belajar setelah kelas diizinkan dipakai, sekolah bergerak cepat dengan memesan sebanyak 162 unit meja dan kursi baru berbahan kerangka besi. Fasilitas baru ini dihadirkan untuk menggantikan sarana lama agar lebih kokoh, rapi, dan tahan lama.
Proses pendistribusian 162 set meja dan kursi besi tersebut telah mulai dikirim oleh pihak penyedia barang sejak akhir pekan lalu. Sebagian fasilitas telah tiba di lokasi sekolah dan secara bertahap dirakit untuk segera dimasukkan ke ruang kelas masing-masing.
Penegakan Budaya “Sekolah ASRI”
Selain memberikan penjelasan mengenai fasilitas fisik, momentum upacara bendera tersebut juga dimanfaatkan sekolah untuk memperkuat kembali komitmen pembentukan karakter siswa melalui penegakan budaya Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Rapi, Indah).
Sekolah menegaskan bahwa jargon ASRI yang telah disosialisasikan sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bukan sekadar slogan di atas kertas, melainkan harus diwujudkan menjadi kebiasaan dan budaya sehari-hari seluruh warga sekolah:
Aman: Terwujudnya lingkungan sekolah yang bebas total dari segala bentuk perundungan (bullying) serta tindakan kekerasan.
Sehat: Terjaga kebersihan fisik, lingkungan, dan kesehatan mental seluruh warga sekolah.
Rapi: Kedisiplinan dalam tata tertib, kerapian berpakaian, serta penataan kelas dan sarana.
Indah: Lingkungan sekolah yang asri, bersih, dan nyaman dipandang mata.
Sorotan Kebersihan Menjelang HUT RI & Kegiatan Pramuka
Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 dan persiapan kegiatan Kemah Pramuka, intensitas latihan siswa di area halaman sekolah meningkat tajam. Pihak sekolah memberikan catatan kritis mengenai kebersihan lingkungan sekolah.
Pembina upacara menyayangkan ditemukannya ceceran sampah makanan dan minuman di sekitar halaman sekolah usai kegiatan latihan pada hari Minggu sebelumnya. Anggota Pramuka dan delegasi sekolah secara khusus diingatkan agar menjadi pendorong utama kebersihan lingkungan.
”Anak-anak Pramuka seharusnya menjadi contoh terdepan yang paling mengerti pentingnya kebersihan. Jika tempat sampah jauh, simpan dulu bungkus makanan di dalam tas masing-masing, nanti dibuang saat menemukan tempat sampah,” imbau Pembina Upacara.
Upacara bendera ditutup dengan imbauan bersama agar seluruh warga sekolah saling bahu-membahu menjaga fasilitas dan kebersihan sekolah, serta berdoa agar proses BAST gedung baru dapat selesai tepat waktu demi kelancaran KBM. (Red/WT)
Sumber : pak Nana
Editorial : Rosadin,st
