GARUT, 14 Agustus 2026 – Suasana khidmat menyelimuti Bumi Perkemahan Dayeuhperme, Desa Indralayang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut pada peringatan Hari Pramuka ke-65, Jumat (14/8/2026). Upacara yang dipimpin langsung oleh Camat Caringin Ujang Koswara selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran) ini sukses digelar dengan melibatkan ribuan elemen masyarakat dan instansi lintas sektor.
Sinergi Lintas Sektor dan Penekanan Karakter
Tercatat sebanyak 1.332 peserta memadati area perkemahan. Peserta upacara tidak hanya datang dari kalangan pelajar, tetapi juga melibatkan berbagai unsur instansi, meliputi:
Anggota Pramuka seluruh tingkatan (Prasiaga, Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega).
Jajaran Dinas/Penyelenggara Pendidikan dan Sektor Kesehatan.
Kantor Urusan Agama (KUA).
Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
Dalam sambutan pembukanya, Camat Caringin memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi, termasuk jajaran desa, perwakilan Polsek, serta tim marching band yang tampil maksimal. Beliau juga menekankan bahwa esensi dari kegiatan kepramukaan harus bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
”Peringatan ini bukan semata-mata seremonial atau upacara saja, melainkan wadah pendidikan karakter. Contoh kecil pendidikan karakter: jika ada sampah di depan kita, buanglah pada tempatnya,” tegasnya di hadapan para peserta.
Misi Nasional: Mandiri Mendukung Swasembada Pangan
Puncak amanat upacara diisi dengan pembacaan pidato resmi Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka. Tahun ini, Hari Pramuka ke-65 mengusung tema: “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”.
Tema strategis ini merupakan wujud komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia terkait ketahanan dan kemandirian pangan, energi, dan air. Kwarnas memandang swasembada pangan lebih dari sekadar urusan tanam-menanam, melainkan mencakup ekosistem luas yang menuntut:
Pendidikan, keterampilan, dan pemanfaatan teknologi tepat guna.
Semangat kewirausahaan sejak usia muda.
Kepedulian terhadap lingkungan, pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan.
Menghadapi Era AI dengan Integritas
Menghadapi perubahan dunia yang masif—mulai dari perubahan iklim hingga disrupsi teknologi digital dan Kecerdasan Buatan (AI)—Kwarnas mengingatkan pentingnya menyeimbangkan teknologi dan karakter.
Teknologi dipandang sebagai pendorong kemampuan, namun karakterlah yang memberikan arah agar kemampuan tersebut digunakan untuk kemanfaatan bersama.
Melalui peringatan ini, Gerakan Pramuka diharapkan terus menjadi kawah candradimuka yang kelak melahirkan petani modern, inovator pangan, ilmuwan, serta pemimpin bangsa masa depan yang berwawasan kebangsaan dan berintegritas tinggi.
(Sumber : Nana )
(Editorial : Rosadin, st)
