GARUT. KORAN GUNTUR POS, – Ketua Umum beserta Jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional (KONI) Kabupaten Garut Jumpai dengan mengunjungi Kantor Bupati Garut untuk membahas persiapan Porprov tahun 2026 dan tahun selanjutnya, yang bertempat di Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut. Rabu (03/06/2026).
Terkait situasi dan kondisi pada persiapan Porprov tahun 2026, Ketum KONI Kabupaten Garut, Subhan Romansyah menegaskan, sampai persiapannya hari ini masih mulus-mulus saja, kita doakan saja mudah-mudahan tidak ada ganjalan atau kendala lainnya.
Kalaupun berkaitan dengan kekurangan anggaran, itu juga kita sampaikan, tetapi hari ini belum berbicara pada wilayah anggaran ada atau tidak.Tetapi intinya bahwa apakah nanti dengan Penaising, penambahan anggaran, ataupun lain sebagainya.
Jadi yang kita koordinasikan itu adalah untuk porprov 2026 yang Bekasi, Bogor, dan Depok.
“Alhamdulillah Meskipun kabupaten kota yang lain itu belum bergerak tetapi Garut itu sudah menyiapkan dan kita sudah kasih DP untuk penginapan, yang pertama untuk atlet agar mendapatkan penginapan yang layak, bisa mendekati venue – venue yang akan digunakan, itu sudah kita bereskan, dan barusan juga sudah kita laporkan kepada Bupati Garut”.
Nah kemudian, kalau nanti untuk di tahun 2030 bahwa kita akan menjadi tuah rumah tunggal, jadi tidak bercerai-berai dengan kabupaten kota yang lain. Dan pada posisi existing dengan yang ada tadi telah disampaikan kepada bapak Bupati bahwa,
harapannya ada penambahan Gor.
Tetapi meskipun dengan kondisi existing hari ini dengan 84 cabor dengan sub cabor nya sudah bisa kita laksanakan di Garut.
Terkait dengan anggaran, lanjut Subhan menjelaskan, tentang anggaran sebetulnya itu bakal banyak anggaran dari cabor Pemprov dan KONI Jabar. Karena kalau kesiapan penyu, kita sebetulnya sudah sangat siap.
Misalkan untuk Arung Jeram kita sudah karena tidak ada pembangunan, untuk para layang , gantole yang sifatnya alam itu kita sudah punya.
Kemudian laut juga kita tidak pinjam, terus yang berat seperti kolam renang kita sudah ada.Artinya tidak ada beban biaya yang terlalu besar bagi Kabupaten Garut.
“Tidak ada beban biaya yang terlalu besar, tetapi insya Allah ada sumbang sih yang besar. Karena nanti sebelum 2030, 2029-nya itu babak kualifikasi bahkan bisa satu tahun babak kualifikasi di Garut, sekitar 40-45 ribu atlet datang ke Garut di 2029.
Jadi di tahun 2030-nya sekitar 20 ribu atlet itu masuk di Garut, dan dalam kondisi ini kita memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan dan disiapkan oleh pemerintah” ujarnya. Agus Koti
