Tungku Penyulingan Minyak Cengkeh di Kp. Caringin Dongkrak Ekonomi Warga

Ekonomi

KAMPUNG CARINGIN — Pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal terbukti mampu mendongkrak pendapatan masyarakat perkebunan. Kehadiran fasilitas penyulingan minyak cengkeh di Kampung Caringin kini menjadi penopang ekonomi warga dengan memanfaatkan limbah daun cengkeh yang berguguran.

Pada hari ini Rabu 05 Agustus 2026, Daun cengkeh kering yang dikumpulkan warga kini dihargai Rp1.500 per kilogram di tingkat pengepul yang tersebar di area perkebunan.

Pengepul daun kering Kampung Caringin, Andri, mengutarakan bahwa proses penyulingan membutuhkan bahan baku dalam jumlah cukup besar untuk menghasilkan minyak berkualitas murni.

“Dari satu kali proses suling yang menghabiskan sekitar 5 kwintal daun cengkeh kering, bisa menghasilkan sekitar 10 kilogram minyak cengkeh bersih,” ujar Andri.

Dampak positif dari industri ini juga dirasakan langsung oleh para pekerja harian lepas. Mas Kiwok, salah satu pekerja di lokasi penyulingan, menyambut baik keberadaan usaha ini. Menurutnya, potensi ini sangat bagus untuk terus dikembangkan, khususnya di wilayah dengan komoditas perkebunan cengkeh yang melimpah.

“Usaha seperti ini sangat bagus untuk dikembangkan, terlebih di daerah yang banyak kebun cengkehnya,” ungkapnya.

Usaha penyulingan ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan limbah hasil perkebunan dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat pedesaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *