GARUT. KORAN GUNTUR POS – SD Garut Islamic School (GIS) Prima Insani berikan Reward penghargaan kepada anak – anak didik bukti menghargai pada kemampuannya (skill). Reward diberikan secara rutin dalam setiap tahun. Pemberian reward penghargaan secara serentak dilaksanakan di aula Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Minggu (14/06/2026).
Menurut Kepala Sekolah SD Garut Islamic School (GIS) Prima Insani, Puji Fauziah, S.Pd menuturkan, Pemberian reward ini sebagai Program rutin Prima insani dalam setiap tahun. Lembaga prima insani mengapresiasi terhadap semua kemampuan atau skill anak-anak. Jadi bukan hanya mengapresiasi dari bidang akademik saja tapi dari skill lainnya juga kita apresiasi.
“Nah di situ apa yang diapresiasi, misalkan siswa yang memiliki pemikiran kritis, siswa yang inovatif, siswa yang mandiri gitu ya jadi sama ibu bapak guru dilihat selama proses pembelajaran diterima insani di setiap tahunnya dia itu kelihatannya menunjukkan sikap seperti apa dan hari ini sekalian pelepasan kelas 6”.
Reward ini bukan hanya untuk kelas 6 saja melainkan mulai dari kelas 1, kelas 2, sampai ke kelas 5 pun itu ada terima penghargaan. Untuk tahun ini ada sekitar 467 tapi tidak bersamaan. Misalkan untuk yang kelas 6 di hari, sedangkan dari kelas 1 sampai kelas 5 itu kegiatannya nanti di tanggal 20 Juni 2026 sekarang.
Lanjut ia menjelaskan, di lembaga Prima Insani itu hampir semua murid mendapatkan apresiasi, dan selain apresiasi yang dari sekolah juga ketika anak-anak memiliki apresiasi selama berada diterima insani, baik akademi maupun akademik, kita sampaikan juga, kita umumkan, kita rekap.
Akademik dan non akademik misalnya, bahwa anak – anak itu memiliki pemikiran yang kritis, terus kalau misalkan dia ikut lomba-lomba yang berbenturan dengan sekolah, pokoknya bentuk lomba apapun kita apresiasi dengan harapan kami ingin bahwa anak itu merasa dihargai.
Prima Award bukan sekadar acara perpisahan, melainkan penanda perjalanan panjang anak-anak yang telah tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih mandiri, dan siap untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Lebih lanjut , Fuji menceritakan tentang bullying yang rentan terjadi, kami juga ingin menyajikan memberikan pemahaman tentang itu kepada anak-anak bahwa terkait bully itu sangat berbahaya.Kami sangat mendukung terhadap program pemerintah, pihak sekolah tentu menginginkan memiliki sekolah yang aman, nyaman tidak ada bullying.
Yang membuat aman nyaman adalah harus terhindar dari bully dan kami pun nanti insya Allah ke depannya ingin menjadi sekolah happy tanpa bully.
“Insyaallah untuk tahun depan pengenalan bully ini kita memang harus secara konkrit terus berupaya cerita-cerita, terus implementasi yang mudah-meudahan ketika anak itu memahami nanti bisa mengimplementasikan dan nanti akan berdampak buat masyarakat dan di lingkungan sekolah bahwa bully itu sangat berbahaya.” Tuturnya.
