GARUT .KORAN GUNTUR POS – Kaitan dengan persoalan jalan – jalan yang perlu diperbaiki khususnya jalan kabupaten yang berada di wilayah kabupaten Garut.
Menurut Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut, Ir. Agus Ismail,ST menyampaikan, pertama mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh lapisan masyarakat dengan harapan berkenaan dengan upaya peningkat infrastruktur kita.
Namun demikian, masih kata ia menyampaikan, perlu kami sampaikan juga bahwa pemerintah daerah telah berupaya melakukan berbagai langkah dalam mencoba memperbaiki infrastruktur jalan ini. Kita ketahui bahwa jalan di Kabupaten Garut itu ada kurang lebih sekitar 3.800 sampai 3.900 km yang terdiri dari jalan kabupaten dan jalan desa.
” Ada kurang lebih 1.022 km jalan kabupaten dan 2.900 km jalan desa.
Nah tentu saja ini kan membutuhkan anggaran yang luar biasa” tegasnya kepada awak media saat ditemui dihalaman kantor Dinas PUPR, Jalan Samarang, Garut. Rabu ( 19/08/2026).
Lebih lanjut ia menjelaskan, dari 1022 km jalan kebupaten itu ada kerusakan hampir di 400 km jalan kebupaten.Nah kemudian untuk jalan desa itu hampir 1.500 km,tentu hal ini yang menjadi PR cukup luar biasa.
Kaitan dengan soal jalan – jalan yang rusak, kata ia, yang hari ini kalau kita bicara kondisi jalan mana sih yang paling rusak? Sebenarnya hari ini
Ada jalan yang sampai masih belum tersentuh yaitu adalah Sumadra jalan perbatasan dari Pangalengan
Sampai ke jalan Cikajang Sumadra.
Itu kurang lebih 32 km panjangnya. Kemudian ada juga jalan Talegong-Selawi.
Selain itu, jalan Pamalayan, Cibalong, Cibaluk, dan sebagainya. Jadi sebenarnya sangat luar biasa. Kalau kita hitung kebutuhan penganggaran untuk jalan kabupaten saja , kebutuhan kita itu kurang lebih sekitar Rp.1,5 triliun gitu. Karena tadi kalau kita hitungan dengan standar penanganan dikurang lebih di 3,5 miliar per kilometer, kali 4, 100 kilo, kurang lebih 1,5 triliun. Itu belum lagi dengan kondisi jalan-jalan baru.”jelasnya.
Kita juga punya PR, misalkan jalan Soekarno-Hatta, dari Sukarame sampai ke Anwar Musyadad yang dimana jalan tersebut akan dibuka jalan tol.Kemudian ada Jalan Beypas 2, juga ada GSW, dan beberapa titik yang lain.
Tentu saja ini adalah hal yang menjadi perhatian pemerintah.Namun demikian juga sekali lagi kami apresiasi dan kita telah berupaya.
Adapun terkait dengan yang hari ini soal jalan daerah,sebenarnya ini kan adalah perubahan skema,di mana bahwa dulu itu kita mengenal DAK infrastruktur.
Nah DAK infrastruktur ini kan sudah tiada lagi sekarang, dimana untuk jalan itu disebut dengan impres jalan daerah. Ini adalah perubahan skema dari DAK, tapi semua juga ada mekanismenya yaitu melalui pengusulan daerah.
“Jadi Pak Bupati itu mengusulkan bahwa,mana saja jalan-jalan yang akan dibangun, begitu, nah dengan
kriteria-kriteria yang tentu disesuaikan dengan anggarannya, dan itu cukup untuk mengkovernya.
Sekarang aja kalau kita menganggarkan setiap tahun, kemampuan kita untuk membangun infrastruktur ini kan sangat rendah. Kita kurang lebih misalnya antara 80-100 miliar lah. Nah kalau dihitung sekarang kalau tadi kebutuhan kita setelah 1,5 triliun untuk jalan saja berarti setelah 15 tahun kita akan bisa menyelesaikan itu. Tapi di sisi lain bila tadi kita bicara tentang investasi jalan, apa sih fungsi jalan itu adalah untuk transportasi barang dan orang.
Artinya harus ada pergerakan ekonomi. Nah kita tahu bahwa Garut ini kan ada sektor -sektornya diantaranya ada pariwisata, pertanian. Misalkan pertanian kebutuhannya irigasi, butuh saluran dan lain sebagainya.Jadi kita pun juga tidak hanya fokus penanganan jalan, tapi juga bagaimana dengan penanganan irigasi.
Kalau pertaniannya tidak baik, apa yang akan kita pergerakan ekonominya? “Nah makanya kita harus bisa berbagi bagaimana dengan peningkatan ekonomi sisi yang lain, perbaikan infrastruktur di sisi yang lainnya lagi. Ini adalah bagaimana kita mencoba membangun skema-skema tadi.”tandasnya
