KONI Garut Adakan Cek Fisik dan Periksa Kesehatan Bagi Atlet Cabor Yang Akan Berlaga Di Porprov 2026

Uncategorized

GARUT. KORAN GUNTUR POS -Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau pelaksanaan tes fisik dan pemeriksaan kesehatan bagi atlet dalam rangka persiapan Porprov tahu 2026. Kegiatan dilaksanakan di SOR RAA Adiwijaya, Tarogong Kidul, Jumat (12/6/2026).

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan, kesiapan fisik menjadi aspek yang tidak bisa ditawar dalam menentukan atlet yang akan memperkuat kontingen Kabupaten Garut. Oleh karena itu, tes kebugaran dan kesehatan dijadikan bagian penting dalam proses evaluasi dan seleksi atlet.

Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh atlet yang diberangkatkan memiliki daya tahan, kebugaran, dan kondisi kesehatan yang sesuai dengan standar kompetisi. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan peluang meraih prestasi sekaligus meminimalkan risiko cedera saat bertanding.

Selain menjadi alat ukur kesiapan atlet, hasil tes juga akan menjadi dasar bagi pelatih untuk menyusun program latihan yang lebih terarah. Atlet yang masih belum mencapai target kebugaran akan diberikan kesempatan untuk meningkatkan performa melalui latihan intensif selama masa persiapan yang masih tersedia.”katanya.

Ditempat yang sama, Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional (KONI) Kabupaten Garut, Subhan turut menyampaikan, Alhamdulillah hari ini kita menyiapkan tes fisik selama 3 hari untuk teman-teman atlet yang akan memulai pemusatan latihan. Jadi kita ambil nolnya hari ini.

Dengan kegiatan cek pisik dan cek kesehatan ini adalah untuk memastikan kesiapan teman-teman atlet. Ini dilakukan oleh dari jurusan olahraga Fakultas UNIGA sehingga memang kita ingin mendapatkan nilainya itu betul-betul.

Nol aja dulu, untuk real aja dulu, biar kita melihat, oh misalkan ini sudah baik, berarti dipertahankan sehingga kita lebih mudah untuk melakukan maintenance.

Soal cabor, lanjut Subhan menjelaskan,
Ini semua cabor yang diikut sertakan 53 Cabor, kita undang meskipun nanti variasinya ada di teman-teman penilai.
Misalkan satu akan berbeda dengan sepak bola, atletik akan berbeda dengan biliar tapi di mereka ada penilaian materinya sama.

Semua di standarkan, misalkan hanya kalau yang sepak bola ini berapa persen nih, kalau kemudian dianggap ideal untuk bertanding biliar misalkan, ini berapa persen. Jadi lebih kefisik, kebugaran,Kekuatan, kelenturan, ketahanan. Meskipun di teman-teman sport science Untuk misalkan cabor ini kelenturannya harus berapa ? Untuk cabar ini berapa ?, ini kita serahkan ke teman-teman dari sport science.

Cek fisik ini, memastikan bagaimana itu kondisinya. Sebetulnya untuk memastikan bahwa atlet kita memang layak secara fisik dan kebugaran siap untuk bertanding.Kemudian kita pun harus ada data yang akan memastikan bahwa memang atlet siap dengan data yang kita dapatkan.”jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *