Garut – Koran Guntur Pos- Anggota DPR RI Komisi lV H.Muhamad Hoerudin Amin menghadiri Tasyakur Nelayan Rancauaya yang digelar di Pantai Rancabuaya, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut. ( Minggu 12/7/2026).
Kehadiran Anggota DPR RI H. Muhamad Hoerudin Amin dan unsur Forkopimcam menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya masyarakat pesisir sekaligus penguatan sektor kelautan dan perikanan yang menjadi salah satu potensi unggulan Kabupaten Garut.
Perayaan tahunan tersebut tidak hanya menjadi ajang ungkapan rasa syukur atas hasil laut yang melimpah, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan masyarakat dan Nelayan serta meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan laut.
Kepada sejumlah media H. Muhamad Hoerudin mengatakan bahwa tradisi Syukuran Nelayan yang telah berlangsung selama 60 tahun merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
Menurutnya, tradisi tersebut menjadi simbol kuat hubungan harmonis antara masyarakat pesisir dengan alam yang menjadi sumber penghidupan mereka.Tasyukur Nelayan merupakan kekayaan budaya daerah yang memiliki nilai sejarah, sosial, dan ekonomi. Tradisi ini harus terus dipertahankan karena menjadi identitas masyarakat pesisir sekaligus daya tarik wisata budaya Kabupaten Garut,” ujarnya.
Ia menegaskan DPR RI berkomitmen mendukung berbagai program pemerintah daerah yang berpihak kepada nelayan, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana, perlindungan sosial, hingga pengembangan sektor ekonomi berbasis kelautan dan pariwisata pesisir.
“Kesejahteraan nelayan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan ekosistem laut. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, DPR dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan wilayah pesisir yang berkelanjutan,” Ungkapnya.
Sementara Camat Caringin Ujang Kuswara S.Tr M.Si, menilai pelaksanaan Syukuran Nelayan tahun ini berlangsung sukses, meriah berkat dukungan panitia, relawan, donatur, masyarakat, dan berbagai pihak yang terlibat.
Menurut Ujang, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung kesejahteraan dan keselamatan nelayan, sekaligus menjaga semangat gotong royong di tengah masyarakat pesisir.
“Kegiatan ini bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga menjadi wadah kebersamaan seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung kemajuan dan kesejahteraan nelayan di wilayah Kecamatan Caringin,” ujarnya.
Ketua Panitia Tasyakur Nelayan Wahyu, mengatakan bahwa Syukuran Nelayan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki dan hasil laut yang diterima para nelayan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat spiritualitas masyarakat, mengembangkan kreativitas generasi muda melalui berbagai perlombaan dan pertunjukan seni, serta melestarikan budaya lokal yang tetap sejalan dengan nilai-nilai keagamaan.
“Budaya harus tetap terawat, tetapi akidah juga harus terjaga. Keduanya dapat berjalan beriringan apabila dilaksanakan secara bijaksana,” katanya.
Rangkaian Tasyakur Nelayan Rancabuaya tahun ini berlangsung selama tiga hari mulai Minggu hingga hari Selasa tanggal 14 Juli 2026. Kegiatan diisi dengan berbagai kegiatan budaya, keagamaan, dan hiburan rakyat yang melibatkan masyarakat secara luas. Tasyakur nelayan di tutup dengan pertunjukan wayang golek semalam suntuk menampilkan dalam Dadan Sunandar Sunarya dari Putra Giri Harja III dan artis Ade Astrid.(Goes JM)
